Jauhi Makeup Saat Hamil - Autosearch.Me

Selasa, 13 November 2018

Jauhi Makeup Saat Hamil


Jauhi Makeup Saat Hamil

Pada masing-masing fase kehamilan, sekian banyak  macam keluhan bakal Sahabat Sehat rasakan, tergolong hal yang sehubungan dengan penampilan. Meski kita tergoda menanggulangi keluhan tersebut, tetapi Sahabat Sehat mesti arif dalam memilih perawatan dan produk keelokan selama kehamilan.

Keluhan yang dialami ibu hamil sekitar fase kehamilan bakal berbeda-beda. Misalnya, pada trimester kedua atau ketiga, evolusi tubuh yang terjadi dapat mengakibatkan munculnya stretch mark. Keluhan beda yang bisa timbul, seperti timbulnya jerawat, bercak hitam (melasma), evolusi warna kulit. Di samping itu, masalah rambut rontok pun dapat dirasakan saat hamil dan mengganggu keyakinan diri.

Beragam Produk Kecantikan yang Perlu Diwaspadai

Meski sekian banyak  macam produk kecantikan dapat mengatasi masalah yang membuat keyakinan diri menurun, Sahabat Sehat jangan sembarang memakai produk keelokan saat hamil. Beberapa produk keelokan bahkan usahakan dihindari seperti:

    Krim penghilang flek hitam

Untuk menghilangkan flek hitam atau garis kecokelatan yang diakibatkan melasma, kloasma atau linea nigra, hindari pemakaian krim yang berisi hydroquinone. Ibu hamil dapat memakai produk krim yang berisi vitamin C atau asam azelaic yang menolong menekan pigmen secara alami. Di samping itu, lindungi diri dari penyampaian sinar matahari langsung dengan mengenakan payung, kacamata hitam dan  sunscreen atau tabir surya ketika melakukan kegiatan di luar ruangan.

    Krim anti jerawat

Produk antijerawat yang awalnya aman digunakan, belum pasti aman andai diterapkan di fase kehamilan. Hindari pemakaian obat jerawat yang berisi benzoil peroksida, asam salisilat dan retinoid. Di samping itu, hindari pun konsumsi obat antibiotik. Atasi jerawat ketika hamil dengan produk berbahan dasar sulfur, asam glikolat,  dan asam alfa hidroksi karena ingin lebih aman. Untuk meminimalisir timbulnya jerawat ketika hamil, ganti pemakaian foundation dengan loose powder yang berisi mineral. Bisa pun mengunakan kertas minyak wajah untuk meminimalisir kilap wajah.

    Krim penghilang stretch mark

Banyak dokter mempercayai bahwa stretch mark pada perut umumnya mempunyai sifat genetik, sehingga sekian banyak  produk yang dioleskan guna untuk mencegahnya tidak akan dominan  banyak. Hindari pemakaian krim penghilang stretch mark yang berisi retinoid, sebab berisiko dominan  buruk terhadap kesehatan janin. kita dapat berpindah ke  krim penghilang stretch mark yang berisi teh hijau ataupun asam glikolat karena ingin lebih aman.

    Krim antipenuaan

Pastikan produk antipenuaan yang Sahabat Sehat pakai aman untuk dipakai ibu hamil. Penggunaan produk antipenuaan yang berisi retinoid usahakan dihentikan, sebab dapat mengganggu pertumbuhan janin dan mengakibatkan janin cacat lahir. Krim yang berisi asam salisilat pun usahakan dihindari demi keamanan. Krim antipenuan yang berisi peptida, asam azelaic, atau asam glikolat lebih dianjurkan karena ingin lebih aman untuk dipakai ibu hamil.

    Cat kuku

Menggunakan cat kuku atau kuteks ketika hamil sebetulnya diperbolehkan, tetapi hindari cat kuku yang berisi formaldehida dan toluene. Jika cat kuku yang kita miliki berisi formaldehida dan toluene, batasi pemakaiannya. Saat memakai cat kuku, buka pintu dan jendela supaya  tidak terlampau banyak wewangian bahan kimia yang terhirup.

    Mewarnai rambut

Saat hamil, Sahabat Sehat dianjurkan untuk menghindari mengecat rambut, terutama ketika fase kehamilan belum menginjak trimester kedua. Jika kita tetap hendak mewarnai rambut ketika hamil, hindari pewarna rambut yang berisi amonia. Pilih pewarna alami laksana hena yang ingin lebih aman.
Ibu Hamil Perlu Menghindari Beberapa Metode Perawatan Kecantikan

Di samping produk kecantikan, ada sejumlah perawatan yang usahakan pun dihindari ibu hamil, seperti:

    Botox dan fillers

Belum ada riset yang mengonfirmasi ketenteraman suntik botox ataupun filler untuk menanggulangi kerutan pada ibu hamil. Oleh karena itu, terdapat baiknya guna untuk menunggu sampai bayi bermunculan sebelum menjalaninya.

    Memutihkan gigi

Sebaiknya tunda mengerjakan perawatan memutihkan gigi sampai fase kehamilan selesai, sebab efek sampingnya pada bayi belum diketahui secara pasti.

    Facial

Meski facial ketika hamil terbilang aman, tidak boleh lakukan sembarangan. Sahabat Sehat dianjurkan untuk menghindari pemakaian produk facial yang berisi retinoid dan asam glikolat. Juga facial yang memakai arus listrik mikro.

Di samping yang dilafalkan tadi, hal beda yang mesti dihindari sekitar fase kehamilan ialah sauna, penggelap kulit (tanning beds), empang air panas serta kamar uap.

Penting untuk ibu hamil untuk menyimak label kemasan bersangkutan ketenteraman pemakaian produk atau bertanya sebelum mengawali perawatan kecantikan. Bila perlu, tanyakan untuk dokter kandungan dan dokter kulit tentang pemakaian produk dan perawatan keelokan yang diizinkan atau tidak sekitar hamil.                       
Comments


EmoticonEmoticon