Manfaat Lari - Autosearch.Me

Rabu, 19 September 2018

Manfaat Lari


Manfaat Lari

Olahraga lari yang dilaksanakan dengan tepat dan teratur dapat menjadi olahraga yang menghasilkan pembakaran kalori sangat banyak, belum lagi murah dan mudah dilaksanakan di mana saja. Namun begitu, ada sebanyak hal yang butuh Sahabat Sehat ketahui seputar persiapan, kiat berlari, serta sejumlah tips urgen lainnya.  

Walau dinamakan sebagai olahraga yang sangat mudah, namun berlari tetap membutuhkan trik dan kiat khusus supaya manfaat lari dapat didapatkan secara maksimal dan meminimalkan risiko cedera. Terkadang, timbulnya rasa lelah berlebihan setelah mengerjakan olahraga lari bukan diakibatkan oleh intensitas lari yang melebihi kesanggupan, melainkan sebab teknik berlari atau persiapan yang tidak cukup tepat.

Lalu apa saja hal yang butuh dicermati supaya olahraga lari menjadi pekerjaan yang berfungsi sekaligus menyenangkan?

Persiapan: Sepatu, Pakaian dan Pemanasan

Persiapkan  kondisi jasmani yang ideal dan peralatan penyokong sebelum berlari. Di antaranya ialah dengan:

    Makan sebelum olahraga
    Sekitar 1 jam sebelum mengawali olahraga lari, dianjurkan konsumsi makanan atau minuman yang berisi karbohidrat, contohnya Hal ini urgen terutama andai jarak lari kita lebih dari 6 km, namun andai berlari singkat dan tidak berjarak jauh, mengonsumsi makanan atau minuman enteng sudah lumayan untuk memberi energi.


    Lakukan pemanasan
    Untuk meminimalisir risiko cedera, kerjakan pemanasan minimal lima menit dengan jalan kaki ringan, jalan di tempat, atau naik turun tangga.


    Kenakan sepatu olahraga
    Sahabat Sehat dapat mulai berlari di dalam lokasi perumahan, mengitari taman, ataupun di atas treadmill. Sebagai pemula, berlari sekitar 5-10 menit bakal menjadi target durasi yang cocok untuk dicapai. Jangan tak sempat mengenakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan olahraga lari, serta cocok dengan ukuran kaki.


    Kenakan pakaian olahraga
    Kenakan pakaian olahraga yang nyaman. Untuk wanita, dapat menggunakan bra khusus guna untuk Sahabat Sehat tidak perlu melakukan pembelian pakaian olahraga secara khusus. Celana olahraga pendek atau panjang, serta kaos yang tidak terlampau besar maupun tidak terlampau ketat bisa menjadi opsi yang nyaman.

Persiapan yang baik bakal meminimalkan risiko cedera dan menjadikan jasmani Sahabat Sehat lebih siap berlari.

Teknik Berlari: Kombinasikan Lari dan Jalan Kaki

Temukan postur tubuh lari yang tidak dibuat-buat. Awalnya wajar andai masih terasa kaku, namun setelah kian terbiasa, tubuh bakal menyesuaikan secara alami. Karakter tubuh dan kelaziman tiap orang berbeda-beda, jadi lebih baik temukan gaya kita sendiri.

    Mulai dengan berlangsung kaki
    Jika Sahabat Sehat telah lama tidak berolahraga dan hendak mulai aktif kembali, berlangsung kaki bisa menjadi permulaan yang tepat. Setelah berlangsung kaki sekitar 30 menit tanpa kendala, kita dapat mengupayakan mengubah jalan kaki dengan lari pelan, lantas sedikit demi tidak banyak tambahkan kecepatan sampai terasa nyaman.


    Mulai dari jarak dan durasi pendek
    Sebagai pemula, hindari berlari terlampau jauh atau terlampau lama sebab berisiko mengakibatkan ce Mulailah dengan jarak dan durasi pendek yang lantas terus ditingkatkan. Terengah-engah sesudah berlari dapat jadi tSahabat Sehat bahwa kita berlari berlebihan.


    Berlari dengan posisi yang benar
    Condongkan tubuh tidak banyak ke depan dengan tangan mengepal menyusun sudut. Saat mengerjakan olahraga lari, lebih baik tapakkan ujung kaki atau jari kaki dibanding bertumpu pada tumit.


    Mengurangi tekanan
    Hindari melompat untuk meminimalisir tekanan pada sendi dan lutut.


    Memusatkan berat tubuh
    Lemaskan tubuh unsur atas sebab tubuh yang kaku malah membuat lari kita semakin lambat. Pusatkan berat tubuh pada unsur tengah.


    Bernapas dengan benar
    Bernapaslah dengan kiat yang baik. Hirup udara melewati hidung, penuhi ruang di paru-paru, lantas lepaskan melewati mulut yang tidak banyak terbuka. Menarik napas dari mulut berisiko menyebabkan sekian banyak  debu ataupun objek asing masuk ke drainase pernapasan.

Seorang pelari Olimpiade menyarankan supaya pelari pemula memungut jeda guna untuk berjalan kaki 5-10 detik tiap menit. Menurutnya, berlangsung kaki di sela berlari bisa menjadi cross-training yang baik. Seiring kian sering mengerjakan olahraga lari, otot serta sendi menguat, maka rasio berlangsung dan berlari bisa menjadi kian jarang.

Jika dilaksanakan secara teratur, dalam masa-masa enam bulan, Sahabat Sehat bisa jadi sudah bisa berlari jarak jauh. Kombinasi berlari dan berjalan pun dapat menolong mencegah keletihan dan cedera, serta menciptakan Sahabat Sehat lebih santai mengerjakan olahraga lari.

Sementara dalam suatu teknik olahraga lari lain, dianjurkan untuk berlari sekitar 15 detik dan berlangsung kaki sekitar 45 detik yang diulang-ulang sampai sepanjang 30 menit. Setelah kita terbiasa berlari, lama kelamaan kita akan meminimalisir waktu berlangsung kaki dan menambah durasi berlari.

Tips Penting Lain

Terdapat hal-hal beda yang tidak jarang dikira tidak penting, tapi malah dapat menilai konsistensi seseorang berlari. Beberapa urusan berikut barangkali dapat menolong Sahabat Sehat mengawali olahraga lari:

    Membuat catatan
    Kalau dirasa perlu, kita dapat menulis durasi dan jarak yang kita tempuh tiap kali berlari guna untuk merancang rencana lari ke depan dan mengawasi perkembangan dan stamina Anda.


    Bergabung komunitas
    Temukan rekan atau kumpulan yang pun gemar berlari sampai-sampai Sahabat Sehat bakal terus termotivasi dari masa-masa ke waktu. Jika memungkinkan, temukan rekan dengan keterampilan yang tidak cukup lebih setara guna untuk dapat saling menguatkan.


    Mencukupi keperluan cairan
    Konsumsi lumayan air mineral guna untuk memenuhi keperluan cairan dan menangkal dehidrasi ketika berlari.


    Menentukan target
    Sebagai pemula yang hendak konsisten, berlari sekitar tiga hari dalam sepekan telah adalahtarget yang lumayan sebelum menambah frekuensi. Di samping itu, andai Sahabat Sehat berlari tiap hari sekitar sepekan, usahakan beri masa-masa sehari supaya otot Sahabat Sehat bisa beristirahat.


    Menyesuaikan masa-masa makan
    Makanan berat usahakan dikonsumsi minimal 1 sampai 1,5 jam sebelum lari.


    Mendengarkan musik
    Bagi beberapa orang, berolahraga lari sambil memperhatikan musik sangat mengasyikkan dan menambah semangat. Namun, pastikan rute lari kita di lokasi yang aman. Bagi kenyamanan dan keselamatan, andai rute lari melewati jalan raya yang tidak sedikit dilewati kendaraan, hindari memperhatikan musik.


    Berlari pelan di permulaan
    Sebagai pemula, hindari berlari dengan cepat karena malah menyebabkan tubuh gampang lelah.


    Mencari rute baru
    Jika dirasa membosankan, Sahabat Sehat bisa mengubah rute lari ke lokasi lain, laksana ke taman yang lebih jauh dari rumah. Namun pastikan lokasi tersebut gampang diakses supaya Sahabat Sehat tidak malas guna untuk pergi.


    Melakukan pendinginan
    Lakukan peregangan, khususnya otot kaki, sesudah berlari. Lakukan posisi laksana mendorong tembok dengan satu kaki di depan dan satu kaki di belakang. Cara lain, tekuk lutut ke belakang sampai tumit menempel pada bokong. Ganti dengan kaki satunya. Tahan tiap gerakan atau posisi sekitar 15-20 detik. Pendinginan ini juga dibutuhkan untuk menurunkan frekuensi detak jantung.

Jika dilaksanakan dengan konsisten, olahraga lari dapat meminimalisir risiko kegemukan serta penyakit kronis laksana diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung. Wanita pun dapat berlari di waktu seperti kehamilan, pramenstruasi, sampai menopause, asal menyesuaikan intensitas lari dengan kondisinya. Namun, usahakan periksakan diri ke dokter terlebih dahulu andai Sahabat Sehat baru saja pulih dari cedera atau menderita penyakit tertentu, sebelum mengerjakan olahraga lari.   
Comments


EmoticonEmoticon